Bahaya Hibridisasi Politik dan Agama

Hibridisasi politik dan agama bukanlah sebuah barang baru. Hanya saja kasus penistaan agama yang telah dilakukan oleh Ahok seolah menguatkan betapa kentalnya hibridisasi politik dan agama di dunia perpolitikan Indonesia. Sektor atau aspek kehidupan manapun di muka planet ini, apalagi di Indonesia tidak bisa terlepas dari yang namanya politik. Sampai-sampai ada yang bilang bidang kehidupan mana sih di Indonesia yang tidak mengalami politisasi?

Semua bidang kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat telah dipolitisasi. Sebenarnya politik bukanlah sesuatu yang buruk. Definisi politik yang saya masih ingat benar saat pelajaran PMP dan PSPB ketika masih duduk di bangku SMP dan SMA dulu adalah bagaimana cara mencapai suatu tujuan baik tujuan pribadi, golongan, kelompok, atau dalam skala lebih luas negara.  Siapa saja tanpa kecuali bisa menggunakannya. Jadi sesungguhnya dalam skala lebih umum lagi kita semua tanpa sadar menggunakan politik setiap hari entah saat sedang bekerja, berkarya, bermasyarakat, berlalu lintas, ataupun mengatur rumah tangga. Politik merupakan bagian tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Itulah sebabnya isu-isu politik nasional yang sedang ngehit selalu menarik untuk dibahas. Bahkan rakyat kecil yang buta politik pun saat sedang nongkrong di warung kopi lebih suka membicarakan berita-berita politik yang baru saja mereka lihat di TV dibandingkan isu-isu lain. Minum kopinya meski hanya segelas tetapi bahasan politiknya bisa memakan waktu berjam-jam. read more